DOLLAR PTR

dollarptr.com

Anda ingin punya akun PayPal ? Daftar disini.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2012

RINDU




Mungkin Langitku Kelabu Senja Ini
Mungkin Mendungku Jatuh Saat Ini
Mungkin Malamku Kan Penuh Dengan Badai
Namun Aku Kan Tetap Berteguh Hati
Aku Hanya Ingin Menyendiri


Hanya Ingin Habiskan Rasa Ini
Dan Melukis Senyummu Dalam Sepi
Apakah Harus Ku Menangis Saat Ini
Saat Rindukanmu Terasa Amat Perih
Bila Harapkanmu Semu Tiada Pasti

Aku Kan Tetap Menjaga Rasa Ini
Ku Hanya Ingin Kau Mengerti
Ini Yang Kurasa Dan Takkan Ku Ingkari
Ku Hanya Ingin Sendiri
Diam, Mengunci Hati Dan Jiwa Ini
Dan Mengenangmu Dalam Mimpi

Ini Kisahku, Jalanku, Dan Segenap Tentangmu
Yang Takkan Pernah Berhenti Berotasi
Untukmu Yang Kusayangi
Dan Sebuah Alasan Yang Tak Pernah Kupahami

Ku Rindu Padamu
Ku Sayang Padamu
Hanya Itu, Bukan Karenamu Ataupun Aku
Ini Rasaku, Hatiku
Jika Tidak Kamu, Tidak Pula Aku
Jadi Biarkan Ku Sendiri Malam Ini

Tak Apa Jika Ku Menangis
Karena Itu Berarti Aku Masih Punya Hati
Untuk Merasa, Meminta Dan Memberi
Untuk Berharap, Mencinta Dan Merinduimu Sang Bidadari
 
Sampai Kapan Ku Kan Terus Memikirkanmu
Dan Sampai Kapan Ku Kan Terus Menunggu
Dimanakah Berpijaknya Dirimu?
Bahkan Anginpun Tiada Menghembuskan Namamu

Harapku Hanya Bisikmu Yang Kutemui
Disisa Mimpiku Malam Ini
Meski Menyisakan Galau Di Hati
Dan Rindu Yang Takkan Pernah Mati
Memprasasti, Terus Menanti Tanpa Henti…






                                                                                                                                           Bandung, 04 Maret 2012
               -< Ibhe_Landung >-

Selasa, 14 Februari 2012

AKHIR SEBUAH HARAP

Selaksa Ombak Hati Kian Berdesir
Bergulung Halus Merindukan Pasir
Lautan Cinta Enggan Tersisir
Saat Mega Merah Mengintip Dari Balik Anyelir


Walau Jiwa Enggan Menyingkir
Meski Hati Terus Berdzikir
Tapi Kisah Ini Tetap Harus Berakhir
Karena Rasa yang dulu terukir
Kini Hilang Hancur Berkeping


Dan di penghujung harap
andai jiwa mulai meratap
dan galau kian merayap
Jangan biarkan langkah ini kian berderap
menuju jalan yang ternilai "gelap"
hingga sudut pandang nan kalap..
Jadikan setia ini tak tiarap
Tanpa banyak cakap
Tanpa semu harap...
Membangunkan hati yang mulai terlelap
dalam gelap...


Ingin rasanya pergi dalam kegelapan yang mendalam
tak pernah kembali seperti menghilang
Menghaous keberadaan jiwaku
hingga terlupakan oleh orang-orang sekitar
Meninggalkan sejuta sakit yang ku rasa
hingga tak ada lagi sakit maupun bahagia



                                                                                                       Bandung, 14 Februari 2012
                                                                                                        Ibhe Landung Samudera

Selasa, 14 Juni 2011

Mutiara Cinta

 Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu,yang hanya bisa terbang bila kita saling berpelukan.

 Tak ada kejutan yang lebih menyenangkan daripada mengetahui diam-diam kita di cintai.

 Kau tidak akan menyadari hadirnya orang yang benar-benar mencintaimu telah menunggumu lama di sampingmu,saat kau terbuai oleh amarah dan egoismu. Tapi kau baru akan menyadarinya saat dia sudah tak disisimu lagi ataupun sudah tak lagi mengharapmu.

 Terkadang cinta ataupun rasa sayang harus di ucapkan dengan kata-kata,karena hanya dengan begitu orang yang kita sayangi akan tahu kalau kita benar-benar cinta.

 Andai jemarimu tak dapat kuraih,aku ingin menyentuh bayangmu. Andai hatimu tak mampu ku genggam,aku ingin menjadi nafasmu,agar hadirku selalu berarti bagimu.

 Cinta yang hadir karena keadaan,itu bukan cinta melainkan keterpaksaan. Dan biasanya keterpaksaan akan meninggalkan sesuatu yang sangat menyakitkan.

 Terkadang cinta sejati hadir tanpa kita sadari,dan baru kita sadari saat dia telah beranjak pergi.

 Cinta itu suci,sebenarnya. Tapi banyak yang menggunakan cinta sekedar sebagai kedok penutup nafsu belaka.

 Cinta tidak mudah dimengerti. Terkadang bagai ilusi,terkadang seperti mimpi. Tapi orang yang mencintai dengan hati,cintanya akan terus bersemi. Seperti mentari yang nyalanya selalu memberikan kehangatan dan tak pernah padam.

 Aku gak mau cintaku seperti batang korek api,yang nyalanya hanya sebentar,untuk kemudian padam dan menyisakan kayu yang terbakar menghitam.

SEPERTI ADAM DAN HAWA

##########################################################################

Tuhan,,,
Dialah nafasku...
Dialah ragaku...
Dialah wanita dimana t'lah tertanam tulang rusuk ku...
Dengan nafasnya aku hidup,
Dengan mata hatinya aku melihat dunia...
Tolong satu kan kami selamanya,
Dalam jalan-Mu,
Dalam ridho-Mu...
Seperti bulan dan bintang,
Seperti adam dan hawa...
Biarkan kasih sayang kami kekal abadi
Jangan pisahkan aku dari dirinya
Karena ku sangat menyayanginya...
Namun kini dia t'lah tiada entah dimana berada
Tapi...
Kan slalu ku sebut namanya dalam setiap do'aq
Kan ku panjatkan do'a tuk'nya dalam setiap sujudku,
Agar senyuman itu selalu menghiasi wajah manisnya...
Agar hari - hari biru selalu menyertainya...

Dialah bidadari,
Dalam hidup dan mati,
Dalam sadar ataupun mimpi,
Takkan pernah terganti,
Biarpun aku harus terus menanti,
Biarpun aku harus terus mencari,
Biarpun harus ku ulang dan ku ulang lagi,
Sampai jasadku tak mampu tuk bangkit lagi..
Aku tak perduli
Karena cintaku telah memprasasti,
Karena cintaku ini cinta mati....
Tak renta di makan usia,
Dan waktupun ta'kan mampu mengikisnya..

Tuhan,,,
Dengarlah, dan kabulkan do'aku ini...
Kembalikan dia kesisiku lagi,
Disini, dalam hati...
Agar dia selalu menemani,
Hingga tubuhku tak bernyawa lagi...
Amien...


-< IBHE LANDUNG SAMUDERA >-

##########################################################################

Senin, 13 Juni 2011

. . . . T H A N K . . . Y O U . . . .





when i'm weary, you gave me strength and always being by my side...
now, i can only say thank you...
and because there's you, that's why i'm happy... :)
the day that the tears come, flowing down again before it dries up
u held my hand in the dark, wihtout a word u watched over me..thank you
u must have had a harder time than i did.. u must have worried more than i did...
because there's u, that's why i'm able to stand again...
my heart had always been thankful
there was so much u wanted to give me...
and u struggled knowing u couldn't with this harsh reality...
believe me, take my hand, as long as we are together i feel like anything can be done...
we'll be able to make it, forever

Minggu, 12 Juni 2011

SAPU TANGAN YANG LUSUH

Malam bintang terang. Namun, cahaya itu tidak seterang kasih seorang ibu. Kasihnya tidak akan pernah usai sepanjang hayat kepada anak-anaknya.

Ibu saya sehari-hari adalah seorang penjaga kantin di sebuah SMP swasta di Bekasi. Dia juga membuat nasi uduk dan kue yang dititipkan di kantin dan warung-warung lain. Bangun pukul setengah empat pagi, baru beranjak ke peraduan pukul sebelas malam. Begitu terus, hidupnya dijalani tanpa mengeluh.

Penghasilan bapak yang tidak seberapa ditopang oleh hasil jualan ibu. Sejak SD sampai SMA, dari hasil jual kue itulah, saya dan adik-adik dapat uang saku. Saya jadi teringat Ibu A. Yani (janda alm. Jend. Ahmad Yani). Setelah Pak Yani meninggal karena dibunuh pada 1 Oktober 1965, Ibu Yani menghidupi keluarganya dari berjualan minyak tanah. Namun, beliau tak pernah malu atau gengsi. Justru, anak-anaknya kelak menjadi orang yang berhasil dalam pendidikan dan karir mereka.

Itulah yang menjadi kebanggaan saya terhadap sosok bunda. Gurat wajahnya yang telah mengerut menampakkan bahwa dia terlampau akrab dengan kerja kerasnya. Tangannya dipenuhi otot yang tampak ramah.

Jarang saya melihat dia pakai bedak, apalagi make-up. Seumur-umur, saya baru melihat bunda pakai make-up pada saat saya sudah beranjak dewasa. Itu pun pada saat saya diwisuda bersama ribuan wisudawan Unesa di Islamic Center, Surabaya sekian tahun yang lampau. Dia bilang ingin tampil cantik pada momen tersebut.

Setelah itu, kami sudah jarang bertemu. Saya memilih untuk menetap di Surabaya. Dalam setahun, kadang cuma sekali saya pulang ke Bekasi. Itu pun pas libur Lebaran atau Natal.

Meretas cinta itu tak pernah habis. Itulah ibu. Ketika berjanji untuk memperkenalkan calon pendamping hidup saya, saya berkesempatan bertemu dengan ibu lagi di Surabaya.

Beliau memberi sapu tangan kain lusuh kepada saya. Sampai di situ, saya masih belum mengerti makna yang tersingkap dari pemberian tersebut.

Bunda bilang bahwa sapu tangan itulah yang dia gunakan untuk mengompres saya saat mengalami kecelakaan motor yang membuat kaki saya patah pada 31 Desember 1998.

Setelah saya harus berpisah dengan orang tua pada akhir Agustus 1999 untuk kuliah di Surabaya, ternyata sapu tangan tersebut masih disimpan oleh bunda.

Kesibukan menjalani hari-hari pada masa kuliah seolah membuat saya menjadi jarang berkomunikasi dengan keluarga di Bekasi. Namun tidak dengan bunda. Sapu tangan itu tetap dia simpan untuk memendam kangennya pada saya. Hanya, saya sama sekali tidak menyangka sampai seperti itu. Saya sendiri baru tahu dua minggu lalu, saat memperkenalkan pujaan hati.

Setelah berkisah, bunda memberikan sapu tangan itu kepada saya dan merestui hubungan kami. Saya seakan tidak bisa berkata sepatah kata pun. Lidah ini terasa kaku. Hati bergetar karena terharu.

Bagaimana mungkin bahwa sapu tangan yang sudah lusuh itu masih disimpan sekian tahun hanya untuk memendam kangen pada anaknya?

Bukan kata-kata, tapi dengan sapu tangan lusuh itulah bunda menohok saya dengan cinta yang sederhana. Cinta tulus yang tak pernah berharap balasan dari siapa maupun anaknya sendiri sekalipun. Bintang itu terang.

Lewat sapu tangan lusuh tersebut, zaman boleh berubah. Tapi, cinta dan kerinduan seorang ibu tak bisa digerus waktu. Ia ada sampai kapan pun. Tak bisa dibalas dengan apa pun.

CINTA TAK HARUS BERWUJUD BUNGA

Suatu hari saya dikunjungi oleh teman saya yang sudah berumah tangga, sebut saja Ika, dia bercerita :

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.

“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Akhirnya dia bertanya,:

“Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,:

“Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya : Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati, Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

Dia termenung dan akhirnya berkata,

“Saya akan memberikan jawabannya besok.”

Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang bertuliskan. …

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya… ”

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

“Kamu bisa mengetik di komputer namun selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”

“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”

“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. ”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ’teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ’aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.” “Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. ”

“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. ”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat cintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”

“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”.

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

SEBUAH CINTA DALM GEROBAK NASI KUNING

Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Jati Bening. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi.

Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar.

Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.

Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.

Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli nasi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.

Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.

Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.

Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah.

Jika Anda berkunjung ke Bekasi, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Jati Bening Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasi kuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan.

Sebuah kisah cinta yang luar biasa. Mungkinkah kita bisa seperti mereka?

SURAT TEGURAN UNTUK AYAH

Kisah ini terjadi disuatu pagi yang cerah, yaa.. mungkin tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar putri nya… Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan untuk ayah diatas kasurnya..perlahan dia mulai membuka surat itu…
————————————–
Ayah tercinta,
Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia.. ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat ditubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya.

Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini.Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama.

Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan extacy yang sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dia bisa segera sembuh.

Aku tahu dia juga punya cewek lain tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda. Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku.

Salam sayang untuk kalian semua.
Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya. Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu…

PS:
Ayah, .. tidak ada satupun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku hanya ingin menunjukkan ada ribuan hal yg lebih mengerikan daripada nilai rapotku yg buruk. Kalau ayah sudah menandatangani rapotku diatas meja, panggil aku ya… Aku tidak kemana2 saat ini aku ada di tetangga sebelah.

KESETIAAN SEORANG SUAMI

Dilihat dari usianya, beliau sudah tidak muda lagi,usia yang sudah senja. Pak Suyatno 58 tahun. Kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa. Setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu berlangsung selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa seperti tidak bertulang. Dan lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televise ambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka. Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, ke empat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah menikah anak2 mereka ke luar rumah, dan tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan untuk merawat istrinya. Yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata, “Pak, kami
ingin sekali merawat Ibu. semenjak kecil kami melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya. “Sudah yg keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan mengijinkannya. Kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini? Kami sudah tidak tega melihat Bapak. Kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian. Jawaban Pak Suyatno sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.”Anak- anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian”. Sejenak kerongkongannya tersekat.”Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak seorangpun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang? Kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan supaya dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit?”Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil air mata jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau bersama tamu yg hadir di studio. Kebanyakan penonton perempuanpun tidak sanggup menahan haru.Disitulah Pak Suyatno bercerita. “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan belaka. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Dalam keadaan sehatpun belum tentu saya mau mencari penggantinya apalagi dia sakit”

=========================

KISAH CINTA 100 HARI

Cinta sejati adalah ketulusan untuk memberi tanpa pernah mengharapkan. ~ Peace Pilgrim


Usia tidak melindungi anda dari cinta, tetapi cinta melindungi anda dari usia.


Kisah Cinta 100 Hari


Cerita ini mengisahkan tentang sepasang sahabat yang sebenernya saling sayang dan suatu ketika mereka membuat keputusan yang intinya sang pria menginginkan untuk pacaran selama 100 hari saja dan akhirnya mereka berdua pun menyepakatinya hingga saat itu juga mereka menginginkan hari itu juga adalah hari terindah yang bisa mereka lewati untuk pertama kalinya setelah mereka sepakat pacaran.


Akhirnya hari-hari mereka pun dilalui…


* Hari pertama, mereka melewati dengan senyum dan kebahagiaan?
* Hari ke 2, mereka mulai saling mengisi dalam segala kegiatan mereka?
* Hari Ke 5, mereka mulai merasakan perhatian dan kasiH sayang keduanya hingga makin memiliki?
* Hari ke 10, mereka pergi ke pantai menikmati jingganya laNgit, berteman deburan ombak mereka berdua berkasih mesra seakan dunia milik berdua..
* Hari ke 64, hubungan merekapun semakin akrab dan mereka berdua pergi lagi ke pantai berdua dengan penuh rasa sayang dan cinta yang akhirnya mereka duduk di pasir butih berteman debur ombak dan di bawah sinar senja mereka berciuman untuk pertama kalinya,
yach? romantis banget emang…
* Hari ke 88, mereka berdua pergi naik gunung, mereka jalan bergandengan tangan dari kaki gunung hingga tempat peristirahatan yang berada di sekitar puncak gunung itu, malam pun menghampiri mereka, dengan cuaca yang cerah mereka berdua duduk diatas batu besar dengan hangat mereka berpelukan? tak sadar ada satu bintang jatuh ?dan dalam hati sang gadis mempunyai suatu harapan yach make a wish gitu dech?.
* Hari ke 99, Di salah satu taman kota mereka berdua duduk-duduk sembari cerita, sekitar jam dua siang dengan keadaan cuaca yang panas sedikit rasa dahaga mulai menghampiri yang kemudian sang pria membelikan minum di toko tidak jauh dari taman mereka berdua tersebut.


Satu jam si gadis menunggu dengan penuh rasa cemas? hingga datanglah seseorang yang berkata? Permisi, disana ada seorang pemabuk menabrak sosok remaja ganteng yang sedang menyebrang jalan di dekat toko swalayan? dan saya tahu kalau tadi dia bersama anda duduk disini, ehmmm…. mungkin itu teman anda?, sahut seseorang itu.


Dengan perasaan cemas dan khawatir si gadis itupun lari menuju tempat kejadian?, dengan penuh air mata si gadis itu melihat sang kekasihnya terkapar penuh darah yang membanjiri seluruh tubuhnya, dengan kotak minuman yang masih tergenggam ditangan, sang pria itu terus mengucurkan darah segar dari belakang kepalanya hingga ambulan datang. Dengan ditemani si gadis, pria tersebut terkapar tak tersadarkan diri, tangis air mata gadis itupun terus mengalir bersama doa yang trus ia ucapkan?..


Sudah hampir 5 jam si pria tampan itu belum sadarkan diri, sekitar pukul 23.30 hanya denyut jantung yang masih menandakan tanda-tanda kehidupan pada pria itu, si gadis terus berdoa dan berharap kakasihnya itu sadarkan diri? kemudian sekitar 23.45 dokter specialis yang dipercayakan untuk merawatnya memberikan kabar pada si gadis itu kalau tim rumah sakit udah berusaha semaksimal mungkin tapi tetap belum sadarkan juga, dan dokter itupun memberikan sepucuk surat yang di temukan di kantong celana kekasihnya itu?,dengan penuh rasa sesak didada dan air mata terus mengucur, surat itupun dibuka ?


Isi surat itu tertulis:
?Sayang hari-hari kita sudah hampir selesai, tidak kuat rasanya jika ku meninggalkanmu.., selama ini aku benar-benar sayang dan mencintai kamu, ingin rasanya ku memperpanjang waktu kita untuk bersama dan jujur aku ingin kita bisa selamanya seperti ini, menjadi sepasang kekasih yang tak terpisahkan.. Sayang, pada hari ke 99 ini aku menginginkan kita bisa selamanya menjadi pasangan kekasih, ternyata aku memang mencintaimu?


Sembari melipat surat itu, pukul 23.55, gadis berparas cantik dan manis itupun mendekati kekasihnya yang belum sadarkan diri..sembari memeluk dia berkata,
?Sayangku, kamu tau ga sich, kalau sewaktu kita naik gunung (hari ke 88) dan kita berdua melihat bintang jatuh dimalam cerah dan indah itu aku sempat mempunyai sebuah harapan, dan harapan itu aku menginginkan kita bisa bersama selamanya?., jadi kamu bangun donk sayang? plise bangun…., aku ga mau kamu meninggalkan aku sendirian seperti ini?. Akupun sama ingin selalu bersamamu ??


Pukul 00.00 tepat, bunyi keras mesin deteksi jantung terdengar mengantar nyawa pemuda itu sekaligus membuka kesunyian dan kesedihan di ruang itu, detak jantung sang pria berhenti sesaat setelah kekasihnya itu bicara beberapa kata di sampingnya ?…
Saat itu juga tepat ke 100 hari hubungan yang mereka jalin, dengan senyum bahagia sang pria itupun tentram meninggalkan janji yang sudah terbayar, bahwa hanya 100 hari menjalin komitmen itu meski ada keinginan untuk memperpanjang waktu itu jadi selamanya?.


Berakhir dengan pelukan dan kucuran air mata sang gadis berusaha ikhlas menerima kenyataan yang terjadi di depan matanya?.., setelah apa yang terjadi, waktu memang sangat cepat dan sangat berharga buat kita semua.., memang ketika keinginan atau harapan muncul tapi sulit terucap disitulah kita harus perperang, mungkin kisah ini memberi pengalaman jika kamu mempunyai keinginan terhadap seseorang, segera mungkin kamu ucapkan, karena kita ga tau apakah besok kita masih bisa ketemu dengan orang itu lagi?


Dlm cinta kita tidak mencari orang yg sempurna tp belajar untuk melihat orang yang tidak sempurna secara sempurna