DOLLAR PTR

dollarptr.com

Anda ingin punya akun PayPal ? Daftar disini.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2012

RINDU




Mungkin Langitku Kelabu Senja Ini
Mungkin Mendungku Jatuh Saat Ini
Mungkin Malamku Kan Penuh Dengan Badai
Namun Aku Kan Tetap Berteguh Hati
Aku Hanya Ingin Menyendiri


Hanya Ingin Habiskan Rasa Ini
Dan Melukis Senyummu Dalam Sepi
Apakah Harus Ku Menangis Saat Ini
Saat Rindukanmu Terasa Amat Perih
Bila Harapkanmu Semu Tiada Pasti

Aku Kan Tetap Menjaga Rasa Ini
Ku Hanya Ingin Kau Mengerti
Ini Yang Kurasa Dan Takkan Ku Ingkari
Ku Hanya Ingin Sendiri
Diam, Mengunci Hati Dan Jiwa Ini
Dan Mengenangmu Dalam Mimpi

Ini Kisahku, Jalanku, Dan Segenap Tentangmu
Yang Takkan Pernah Berhenti Berotasi
Untukmu Yang Kusayangi
Dan Sebuah Alasan Yang Tak Pernah Kupahami

Ku Rindu Padamu
Ku Sayang Padamu
Hanya Itu, Bukan Karenamu Ataupun Aku
Ini Rasaku, Hatiku
Jika Tidak Kamu, Tidak Pula Aku
Jadi Biarkan Ku Sendiri Malam Ini

Tak Apa Jika Ku Menangis
Karena Itu Berarti Aku Masih Punya Hati
Untuk Merasa, Meminta Dan Memberi
Untuk Berharap, Mencinta Dan Merinduimu Sang Bidadari
 
Sampai Kapan Ku Kan Terus Memikirkanmu
Dan Sampai Kapan Ku Kan Terus Menunggu
Dimanakah Berpijaknya Dirimu?
Bahkan Anginpun Tiada Menghembuskan Namamu

Harapku Hanya Bisikmu Yang Kutemui
Disisa Mimpiku Malam Ini
Meski Menyisakan Galau Di Hati
Dan Rindu Yang Takkan Pernah Mati
Memprasasti, Terus Menanti Tanpa Henti…






                                                                                                                                           Bandung, 04 Maret 2012
               -< Ibhe_Landung >-

Selasa, 14 Februari 2012

AKHIR SEBUAH HARAP

Selaksa Ombak Hati Kian Berdesir
Bergulung Halus Merindukan Pasir
Lautan Cinta Enggan Tersisir
Saat Mega Merah Mengintip Dari Balik Anyelir


Walau Jiwa Enggan Menyingkir
Meski Hati Terus Berdzikir
Tapi Kisah Ini Tetap Harus Berakhir
Karena Rasa yang dulu terukir
Kini Hilang Hancur Berkeping


Dan di penghujung harap
andai jiwa mulai meratap
dan galau kian merayap
Jangan biarkan langkah ini kian berderap
menuju jalan yang ternilai "gelap"
hingga sudut pandang nan kalap..
Jadikan setia ini tak tiarap
Tanpa banyak cakap
Tanpa semu harap...
Membangunkan hati yang mulai terlelap
dalam gelap...


Ingin rasanya pergi dalam kegelapan yang mendalam
tak pernah kembali seperti menghilang
Menghaous keberadaan jiwaku
hingga terlupakan oleh orang-orang sekitar
Meninggalkan sejuta sakit yang ku rasa
hingga tak ada lagi sakit maupun bahagia



                                                                                                       Bandung, 14 Februari 2012
                                                                                                        Ibhe Landung Samudera

Selasa, 14 Juni 2011

SEPERTI ADAM DAN HAWA

##########################################################################

Tuhan,,,
Dialah nafasku...
Dialah ragaku...
Dialah wanita dimana t'lah tertanam tulang rusuk ku...
Dengan nafasnya aku hidup,
Dengan mata hatinya aku melihat dunia...
Tolong satu kan kami selamanya,
Dalam jalan-Mu,
Dalam ridho-Mu...
Seperti bulan dan bintang,
Seperti adam dan hawa...
Biarkan kasih sayang kami kekal abadi
Jangan pisahkan aku dari dirinya
Karena ku sangat menyayanginya...
Namun kini dia t'lah tiada entah dimana berada
Tapi...
Kan slalu ku sebut namanya dalam setiap do'aq
Kan ku panjatkan do'a tuk'nya dalam setiap sujudku,
Agar senyuman itu selalu menghiasi wajah manisnya...
Agar hari - hari biru selalu menyertainya...

Dialah bidadari,
Dalam hidup dan mati,
Dalam sadar ataupun mimpi,
Takkan pernah terganti,
Biarpun aku harus terus menanti,
Biarpun aku harus terus mencari,
Biarpun harus ku ulang dan ku ulang lagi,
Sampai jasadku tak mampu tuk bangkit lagi..
Aku tak perduli
Karena cintaku telah memprasasti,
Karena cintaku ini cinta mati....
Tak renta di makan usia,
Dan waktupun ta'kan mampu mengikisnya..

Tuhan,,,
Dengarlah, dan kabulkan do'aku ini...
Kembalikan dia kesisiku lagi,
Disini, dalam hati...
Agar dia selalu menemani,
Hingga tubuhku tak bernyawa lagi...
Amien...


-< IBHE LANDUNG SAMUDERA >-

##########################################################################

Senin, 13 Juni 2011

. . . . T H A N K . . . Y O U . . . .





when i'm weary, you gave me strength and always being by my side...
now, i can only say thank you...
and because there's you, that's why i'm happy... :)
the day that the tears come, flowing down again before it dries up
u held my hand in the dark, wihtout a word u watched over me..thank you
u must have had a harder time than i did.. u must have worried more than i did...
because there's u, that's why i'm able to stand again...
my heart had always been thankful
there was so much u wanted to give me...
and u struggled knowing u couldn't with this harsh reality...
believe me, take my hand, as long as we are together i feel like anything can be done...
we'll be able to make it, forever

Minggu, 12 Juni 2011

KETIKA AKU TELAH RENTA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku……
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa”
darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu
mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh
rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga
untukmu.

Pesan:
Hormati Ayah dan Ibumu sebelum mereka meninggalkan anda dengan kedukaan yang mendalam.